Orang Miskin Tidak Boleh Bermimpi



Ini bukan tentangku.
Ini tentang mereka; 
Tentang seorang anak yang beradu argumen dengan ayahnya di depan kantor pajak menjelang sore.

Anaknya kepala batu, 
"Aku kan sudah bilang sejak lama. Aku mau kuliah."

Ayahnya memasang wajah bingung, "Tapi kan 'gak ada duitnya.
Ayah takut nanti tiba-tiba kuliahmu putus karena terhambat biaya."

Anaknya diam wajahnya kecut.
Ayahnya masih bingung,
matanya memancar harap-harap yang samar;
bibirnya lesu dikecup keadaan pahit kehidupan.

Setelah itu, ini jadi tentangku;
Aku harus bekerja lebih keras,
Aku harus menabung lebih banyak,
Aku harus merelakan masa muda,
Aku harus berkompromi dengan mimpi,
Aku harus berafiliasi dengan Tuhan.

Tentu saja, tentu saja semuanya untuk satu hari nanti. 
Suatu hari di mana anakku meminta satu hal,
Aku lantas bisa menjawab iya untuk mengabulkannya.

Ayah yang tadi kemudian berbisik lirih,
"Semua orang boleh bermimpi. Tapi kita
tidak boleh; kita miskin."

Komentar