Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Untuk Kamu Baca - 6

Oh, iya. Satu lagi, aku sedang membangun rumah yang nyaman untuk kita. Untuk kita. 
Untuk tempat kita berteduh, beristirahat, atau tempat aku pulang lantas meminum teh hangat di teras. Semuanya untuk suatu saat nanti. Doakan saja yang terbaik untukku, pasti kuakan melakukan yang terbaik untukmu.

Orang Miskin Tidak Boleh Bermimpi

Ini bukan tentangku. Ini tentang mereka;  Tentang seorang anak yang beradu argumen dengan ayahnya di depan kantor pajak menjelang sore.
Anaknya kepala batu,  "Aku kan sudah bilang sejak lama. Aku mau kuliah."
Ayahnya memasang wajah bingung, "Tapi kan 'gak ada duitnya.
Ayah takut nanti tiba-tiba kuliahmu putus karena terhambat biaya."
Anaknya diam wajahnya kecut.
Ayahnya masih bingung,
matanya memancar harap-harap yang samar;
bibirnya lesu dikecup keadaan pahit kehidupan.
Setelah itu, ini jadi tentangku;
Aku harus bekerja lebih keras,
Aku harus menabung lebih banyak,
Aku harus merelakan masa muda,
Aku harus berkompromi dengan mimpi,
Aku harus berafiliasi dengan Tuhan.
Tentu saja, tentu saja semuanya untuk satu hari nanti.  Suatu hari di mana anakku meminta satu hal,
Aku lantas bisa menjawab iya untuk mengabulkannya.
Ayah yang tadi kemudian berbisik lirih,
"Semua orang boleh bermimpi. Tapi kita
tidak boleh; kita miskin."

Untuk Kamu Baca - 5

Jika ditarik lurus ke beberapa tahun belakang. Hidupku banyak yang tidak beresnya sebelum bertemu kamu. Banyak rencana yang gagal, banyak ambisi yang patah, banyak keputusan yang membuatku berpindah haluan.
Jika ditarik lurus ke beberapa tahun belakang. Aku hanya seorang pecundang yang sering menangis di pojok kamar lantas tertawa sejadi-jadinya untuk hidup yang kadang selucu itu.
Jika ditarik lurus ke beberapa tahun belakang lantas berjalan seperti biasa ke dapan namun sosokmu tak menemuiku. Mungkin aku sudah gila lantas mati.

Kenapa nulis di blog?

Kenapa nulis di blog?
Jawabannya yaaaaa pingin aja. Karena saya gak pandai mengabadikan momen menjadi foto atau gambar bergerak(baca: video). Jadi, media ini saya gunakan untuk ruang nostalgia saya. Banyak yang bilang saya narsis, sih, tapi gak apa-apa, deh. Toh yang saya tulis itu untuk saya baca di lain waktu. Bukan benar-benar untuk orang banyak.