Untuk Kamu Baca - 2

Adalah kamu yang siang itu duduk di depanku dengan tenang. Aku yang hari itu uring-uringan seharusnya membuat orang yang di dekatku risih. Tapi kamu tidak. 

Entah di mana kamu belajar tentang menenangkan, aku tidak tahu. Namun yang pasti kamu telah melakukannya. Kamu hari itu jua mengajarkanku tentang sabar. Ketika ada orang yang merendahkanku, aku tentu saja ingin merasa tinggi. Aku tentu saja ingin melawan. 

Tapi kamu bilang, "Sudah, gak usah dipikirin." 

Kamu menjelaskan bahwa waktu yang kupakai tuk memikirkan perkatannya akan sia-sia. Kamu bilang, "Lebih baik kita makan cuanki."

Genggamanmu membawaku berjalan, "Aku tahu ada cuanki enak di dekat sini."

Adalah kamu yang siang itu duduk di depanku dan terus mencoba menghiburku. Adalah kamu yang siang itu dan seterusnya akan menjadi abadi. Adalah kamu. 

Komentar

Posting Komentar