Tanpa Judul

Hi!

Selamat tahun baru warohmatullahi wabatokaatuh!

Ehe.

Hari ini adalah hari libur terakhir di semester satu. Besok, saya kembali bersekolah. Hari libur kali ini, semuanya tampak biasa saja. Seringnya saya menghabiskan waktu untuk tidur, sisanya menulis hal-hal yang mau saya tulis saja.

Setelah kemarin malam menghabiskan waktu dengan bermain twitter sampai jam 10 lalu tertidur dengan sambungan internet yang masih hidup, saya bangun jam 6 pagi. Jujur, saya masih belum siap jika harus bangun lebih pagi di hari esok, pasalnya jam masuk sekolah pagi adalah jam 6:45. Untung saja, saya besok sekolah siang. Jam 1 baru masuk dan pulang jam 5 sore. Itu artinya, saya masih punya waktu untuk tidur dan mengerjakan tugas sekolah.

Iya, tugas sekolah, dan tugasnya belum selesai saya kerjakan.

BELUM SAYA KERJAKAN, tepatnya.

Mengapa demikian? Gini, ya. Wahai sohibul hikayat; libur sekolah hanya 2 minggu. Di minggu pertama, saya habiskan di rumah kakak saya. Setelah itu, saya pulang ke rumah. Lalu, saya dapat pesan dari teman saya yang kembar, sebut saja namanya Kolang. Nama kembarannya Kaling.

Kolang-Kaling.

Jadi, si Kolang ini mengirimi saya pesan di Whatsapp, dari kejauhan dia bertanya, 'Tugas udah belum?'

Saya baca. Saya bengong.
Saya mengetik dengan kedua jempol, 'Tugas apaan?'
Dia menjawab, 'Tugas Bahasa Indonesia, katanya, 'tugasnya sederhana'
Lalu, si Kolang ini menjelaskan, saya kesal. Lalu saya membuka twitter, saya sedikit ceritakan di sana.






Bukan cuma itu ternyata, tugasnya ada lagi. Saya juga harus menyelesaikan semua soal di buku Erlangga.

Semua soal.

Kalau gini, tuh. Ada sedikit keinginan jadi gembel. Gausah sekolah.
Tapi, kalau gak sekolah juga, besar kemungkinan jadi gembel.

Hadeeeh.

Seharusnya, semakin dewasa umur semakin dewasa juga pemikiran. Saya sudah kelas tiga esemka, tapi masih saja malas. Sulit sekali saya mengendalikan diri untuk mengerjakan tugas tersebut. Kalau dipikir-pikir, tugasnya hanya itu. Mata pelajaran lain, tidak ada.
Seringkali saya berpikir, 'gimana nanti ajalah'

Tapi Nurani berkata, 'EMANG LAGI MANJAH! LAGI PENGEN DIMANJAH!'
Bukan, bukan Nurani yang itu. Maaf. Salah.

Tapi, hati nurani berkata pada diri, 'Jangan gimana nanti, tapi, nanti gimana?'

Iya, sih. Tapi sulit. Ingin sekali saya seperti orang lain, menghabiskan waktu liburan dengan foya-foya membeli cakwe. Tapi, apa daya. Ada tugas yang harus diselesaikan. Ada tanggung jawab yang harus dipenuhi. Ada hati yang harus bertemu untuk membunuh rindu...

..Eh, maaf. Yang terakhir tadi, itu dibajak mas Fiersa Besari.

Setiap hari saya berdebat dengan ego. Sampai hari ini, tugasnya belum sama sekali saya kerjakan. Tugasnya dikumpulkan besok lusa.

Jadi, Sohibul duniawi, jika saya tidak menulis lagi di blog ini. Besar kemungkinan saya koma karena digampar guru menggunakan buku paket karena tidak mau mengerjakan tugas. 

Semoga saja tidak.

4 komentar:

Terima Kasih buat yang sudah baca. Jangan lupa berkomentar di kolom yang telah disediakan, cukup hati aja yang sepi, blog ini jangan.

Oh, iya. Jangan lupa untuk berlangganan blog ini dengan mengisi surat elektronik Kamu pada kolom di bawah agar Kamu mendapatkan notifikasi terkait postingan terbaru di blog ini. Gratis!

-Agung Rizqi