Perlahan

Hari ini, Rabu 19 Desember 2018 dan hidup saya begini-gini aja. Hahaha.

Beberapa tahun terakhir pandangan saya selalu ditutupi dengan ekspetasi yang saya bangun sendiri. Ingin sukses di usia muda, lah. Ini, lah. Itu, lah.

Sampai ekspetasi itu membutakan pandangan saya dan melupakan bahwa sebenarnya hidup tidak seasyik itu. Karena itulah, pada saat semuanya tidak sesuai harapan; saya jatuh.

Lalu, orang-orang di sekitar memilih menasehati dan menyemangati saya untuk mengejar yang saya harap. Tapi, saya sadar; saya harus menutup telinga dengan rehat.

Karena saya pikir, mimpi itu tidak harus dikejar. Mimpi adalah mimpi, yang mana akan datang ketika kita tenang. Kemudian akan tercapai ketika kita konsisten.

Saya sadar, menjadi ambisius itu tidak menyenangkan. Karena seringkali, saya seperti bajak laut yang mengejar harta karun di ujung pelangi. Lalu, ketika saya sampai di sana; yang hanya dapatkan hanya lelah yang tak berujung. Kemudian hal itu sering saya dengar dengan Eskapisme.

Eskapisme atau(setahu saya) keadaan di mana kenyataan tidak sesuai harapan seringkali datang tanpa permisi. Kemudian hal ini mengajarkan kepada saya untuk tidak ambisius; untuk tidak harus menjadi sempurna; untuk tidak harus menjadi luar biasa.

Maka, kali ini saya menulis ini dengan kata yang terlintas di pikiran saya saja; tidak harus bagus dan terstruktur.

Tapi, beberapa orang seringkali berkata; kamu tidak akan sukses ketika tidak mau berusaha. Kamu harus diuji ketika ingin naik kelas, dan kamu harus sadar bahwa di atas; angin akan menerpamu dan kamu harus kuat bertahan.

Saya mengamini itu semua.

Tapi, sepertinya orang-orang tadi perlu tahu bahwa; kita perlu rehat untuk berjalan lebih jauh.
Kadang, orang perlu didengar, pikir saya.

Maka, Hari ini, Rabu 19 Desember 2018. Saya memilih untuk berjalan perlahan. Agar tidak terlalu sakit ketika jatuh; agar tidak terlalu sulit untuk kembali utuh.
Bagikan Ke:    Facebook Twitter

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih buat yang sudah baca. Jangan lupa berkomentar di kolom yang telah disediakan, cukup hati aja yang sepi, blog ini jangan.

Oh, iya. Jangan lupa untuk berlangganan blog ini dengan mengisi surat elektronik Kamu pada kolom di bawah agar Kamu mendapatkan notifikasi terkait postingan terbaru di blog ini. Gratis!

-Agung Rizqi