#BloggerBeropini: Game Online, Hari Libur, dan lainnya.

Setelah berbulan-bulan menghilang dari dunia tulis-menulis di blog, Akhirnya, pada hari yang lumayan dingin ini, izinkan saya untuk menulis lagi disini. Awalnya, susah rasanya untuk melakukan hal ini lagi. Namun, saya sadar. Bahwa, untuk mengenal dunia, saya harus membaca. Dan, agar dikenal dunia, saya harus menulis.

Tetapi, dibalik itu semua. Ada banyak keresahan yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman semua. Pertama, perihal game online. Mari kita mulai.


Jujur, dalam beberapa tahun yang lalu, saya adalah salah satu pecandu game online. Setiap harinya saya selalu meluangkan waktu luang saya untuk bermain game online. Saat itu, umur saya masih 14 tahun, dan, pada fase umur itu seharusnya waktu saya dihabiskan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti berolahraga dan menangkap kecebong di selokan. 

Tapi pada faktanya, saya malah menghabiskan waktu di depan layar telepon genggam dan layar komputer berjam-jam untuk bersenang-senang di dunia maya. Saya masih ingat, saat pertengahan 2015, saya diperkenalkan dengan sebuah game bernama: Clash of Clan. Game ini merupakan game online strategi besutan Supercell yang dimainkan banyak orang kala itu. 

Berbekal telepon genggam dengan operasi android Kitkat dan rasa penasaran yang ada pada diri saya, akhirnya, saya memutuskan untuk mengunduh, memasang, dan memainkan game itu di telepon genggam saya. Awalnya, saya sangat asing dengan game itu, apalagi, genre-nya strategi yang dimana, saya masih sangat awan untuk hal itu.

Setelah beberapa bulan memainkannya, saya bisa dibilang sudah mahir dalam game tersebut. Saat itu, karena obsesi saya yang tinggi akan game itu, sampai-sampai saya membuat banyak akun untuk saya sendiri. Dan, dari sana lah sesuatu yang buruk mulai terjadi. Dari saya yang suka tidur diatas jam 11 malam, lupa untuk makan, uang jajan yang disisihkan untuk membeli kuota internet, sampai, saya lupa memberi makan kecebong yang saya pelihara.

Hingga akhirnya pada suatu hari minggu yang cerah, saya, dengan ambisi yang tinggi untuk menaikkan level saya di game tersebut. Saya berlaku bodoh.

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan dahulu. Di game tersebut, kita diharuskan membangun sebuah desa milik kita sendiri. Dimana, di desa tersebut terdapat banyak item, dari perlengkapan senjata, prajurit, dan segala sesuatu yang dibutuhkan. Namun, untuk menaikkan level dari item-item tersebut, kita harus membelinya dengan banyak sekali gold(semacam uang) dan elixir. Dan untuk mengumpulkan banyak gold dan elixir itu sangat susah bagi saya, yaitu dengan menyerang desa lain dan mencuri uangnya.

Nah, ada satu cara lain untuk mendapatkan gold dan elixir tersebut saat itu, yaitu dengan menukarkan gems(semacam berlian) yang kita punya dengan uang yang banyak. Dan, untuk mendapatkan banyak gems bisa dengan cara menyelesaikan beberapa misi, menemukannya di tumbuhan sekitar desa, atau... membelinya.

Karena buta oleh keinginan untuk naik ke level yang lebih tinggi, akhirnya, saya googling: cara mendapatkan gems clash of clan gratis.

Lalu, mucul banyak sekali situs yang berpendapat bahwa, mereka akan memberi banyak sekali gems. Kemudian, hati kecil saya berbicara, 'Ini serius, Ya Allah?'

Telunjuk saya bergeliat tak sabar untuk meng-klik situs tersebut. Mata saya membaca cepat, tak pikir panjang, saya langsung log in akun saya di situs tersebut. Selang beberapa hari, gems tak kunjung datang, dan... akun saya tak dapat diakses lagi sampai sekarang.

Apa artinya? Artinya, saya kena pishing(Ini istilah pencurian di internet, jauh lebih detail, silakan cari tahu sendiri).

Berbekal pengalaman buruk terkena pencurian data akibat kebodohan diri sendiri, setelah itu, saya tak main game online lagi, bahkan, sampai sekarang. Tapi jujur, hidup saya jadi lebih bebas dan banyak waktu yang bisa saya gunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti menangkap kecebong tadi.

Walaupun akhir-akhir ini banyak game online yang naik ke permukaan, saya masih tetap kuat untuk tidak terjerumus kedalam dunia yang sama. Saya tekankan, saya tidak bilang bahwa game online itu buruk. Saya hanya bilang bahwa game online tidak baik untuk saya pribadi, untuk anda? mungkin berbeda. 

Bagi saya, game online mempunyai sisi yang beragam. Ada manfaatnya, ada juga sebaliknya. Itu semua kembali dari sikap pemainnya. Dan, jujur. Menurut saya, game online itu mengasyikan, tapi itu dulu. Untuk sekarang? Maaf, tidak dulu.  

Kedua, yang akan saya bahas adalah hari libur. Kenapa? karena, saya sedang mendapatkan jatah hari libur yang lumayan lama akibat kelas 3 SMA/SMK sedang UASBN.

Jujur, hari libur selalu membawa kesan yang tak dapat diprediksi sebelumnya. Contohnya, ketika kita membuat sebuah rencana untuk melakukan sesuatu di hari libur, rencana tersebut terkadang berubah. Atau sebaliknya, ketika sedang tidak tahu apa yang harus dilakukan, hari libur selalu tahu jawabannya. Contoh nyatanya adalah: postingan ini berawal dari ketidaktahuan akan apa yang harus saya lakukan hari ini.

Sama seperti game online, hari libur juga mempunyai banyak dampak, ada yang baik dan juga buruk. Tapi, itulah tugas kita untuk memanfaatkan waktu dengan melakukan kegiatan yang berguna. Jujur, saya terkadang heran kepada orang-orang hebat diluar sana. Karena, kita semua sama-sama mempunyai 24 jam dalam sehari, tapi, kenapa yang mereka hasilkan dari 24 jam itu selalu lebih baik?

Mungkin, jawabannya adalah disiplin. Karena, dari segala aspek dalam hidup kita membutuhkan kedisiplinan didalamnya. Seperti apa yang sekarang saya lakukan misalnya, yaitu menulis. Menulis bagi saya sangat membutuhkan kedisiplinan, baik dalam pemilihan kata, sudut pandang, bahkan sampai hal terkecil seperti penempatan tanda koma, dan titik.

Kembali lagi ke hari libur, bagi saya hari libur sangat memberikan kesempatan kepada saya untuk mendapatkan banyak ide dan pemikiran serta pendapat dalam berbagai hal. Hari libur memberikan kesempatan kepada saya untuk berpendapat tentang game online, juga, memberi ide kepada saya untuk menuliskannya di blog ini. Dan, setelah tulisan ini selesai kamu baca, terima kasih telah memberikan sedikit waktu dari 24-jam mu untuk mendengarkan opiniku.

Ciao! 







Bagikan Ke:    Facebook Twitter

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih buat yang sudah baca. Jangan lupa berkomentar di kolom yang telah disediakan, cukup hati aja yang sepi, blog ini jangan.

Oh, iya. Jangan lupa untuk berlangganan blog ini dengan mengisi surat elektronik Kamu pada kolom di bawah agar Kamu mendapatkan notifikasi terkait postingan terbaru di blog ini. Gratis!

-Agung Rizqi