Postingan

Untuk Kamu Baca - 6

Oh, iya. Satu lagi, aku sedang membangun rumah yang nyaman untuk kita. Untuk kita. 
Untuk tempat kita berteduh, beristirahat, atau tempat aku pulang lantas meminum teh hangat di teras. Semuanya untuk suatu saat nanti. Doakan saja yang terbaik untukku, pasti kuakan melakukan yang terbaik untukmu.

Orang Miskin Tidak Boleh Bermimpi

Ini bukan tentangku. Ini tentang mereka;  Tentang seorang anak yang beradu argumen dengan ayahnya di depan kantor pajak menjelang sore.
Anaknya kepala batu,  "Aku kan sudah bilang sejak lama. Aku mau kuliah."
Ayahnya memasang wajah bingung, "Tapi kan 'gak ada duitnya.
Ayah takut nanti tiba-tiba kuliahmu putus karena terhambat biaya."
Anaknya diam wajahnya kecut.
Ayahnya masih bingung,
matanya memancar harap-harap yang samar;
bibirnya lesu dikecup keadaan pahit kehidupan.
Setelah itu, ini jadi tentangku;
Aku harus bekerja lebih keras,
Aku harus menabung lebih banyak,
Aku harus merelakan masa muda,
Aku harus berkompromi dengan mimpi,
Aku harus berafiliasi dengan Tuhan.
Tentu saja, tentu saja semuanya untuk satu hari nanti.  Suatu hari di mana anakku meminta satu hal,
Aku lantas bisa menjawab iya untuk mengabulkannya.
Ayah yang tadi kemudian berbisik lirih,
"Semua orang boleh bermimpi. Tapi kita
tidak boleh; kita miskin."